Header Pemprov Kalteng Diminta Manfaatkan Dana BOKB Tepat Sasaran

Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto.

Pemprov Kalteng Diminta Manfaatkan Dana BOKB Tepat Sasaran

kanalkalteng.com, Palangka Raya – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Sugiyarto menegaskan pentingnya pemanfaatan Dana Alokasi Khusus Bantuan Operasional Keluarga Berencana (DAK BOKB) senilai Rp43,8 miliar agar tepat sasaran. Menurutnya, anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat tersebut harus benar-benar memberi dampak nyata dalam upaya menekan angka stunting di seluruh kabupaten dan kota.

Baca juga: 120 KK Terdampak, Desa Sei Ubar Mandiri Terendam Banjir Hingga Setengah Meter

Sugiyarto mengatakan, angka stunting di Kalteng masih cukup mengkhawatirkan, bahkan di beberapa wilayah justru mengalami peningkatan. Padahal, pemerintah pusat telah menyalurkan anggaran khusus melalui BKKBN untuk mendukung edukasi kesehatan reproduksi, peningkatan gizi, serta pendampingan ibu hamil dan balita.

"Perlu perhatian serius karena ada tujuh kabupaten yang masih mengalami lonjakan kasus," ujarnya, Senin (18/8).

Menurutnya, tren penurunan di sebagian daerah memang patut diapresiasi, namun fakta adanya kenaikan di wilayah lain harus menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah. Ia menilai, munculnya kasus baru bukan karena anggaran tidak berjalan, melainkan masih lemahnya pendataan dan pemetaan di lapangan.

"Perlu ada evaluasi agar penyebab peningkatan kasus bisa segera diketahui," ucapnya.

Sugiyarto menambahkan, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan intervensi gizi, tetapi harus dilakukan sejak masa kehamilan hingga anak tumbuh kembang. Untuk itu, diperlukan pemantauan berkelanjutan terhadap kesehatan ibu hamil, proses persalinan, hingga kondisi balita.

Ia juga menekankan perlunya koordinasi lintas sektor, mulai dari dinas kesehatan, dinas pendidikan, hingga perangkat desa dan kelurahan. Tanpa keterlibatan semua pihak, menurutnya, target percepatan penurunan stunting akan sulit tercapai.

"Yang terpenting, program ini jangan sekadar administratif, tapi masyarakat harus benar-benar merasakan manfaatnya," tegasnya.

Lebih lanjut, Sugiyarto mendorong transparansi dalam penggunaan dana BOKB agar DPRD dan masyarakat bisa ikut mengawasi. Dengan tata kelola yang baik, ia optimistis angka stunting di Kalteng dapat terus ditekan.

"Dana sudah ada, tinggal bagaimana pengelolaan dan pengawasannya dijalankan dengan serius," pungkasnya. (Redaksi)

Share this Post