Header UPR Klarifikasi Isu Selisih Rp10 Miliar, Tegaskan Bukan Kerugian Negara

Perwakilan UPR saat memaparkan penjelasan selisih 10 miliar lebih yang bisa dipertangungjawabkan Rabu (15/4/2026). FOTO: IST

UPR Klarifikasi Isu Selisih Rp10 Miliar, Tegaskan Bukan Kerugian Negara

kanalkalteng.com, Palangka Raya – Universitas Palangka Raya (UPR) memberikan klarifikasi terkait isu selisih anggaran lebih dari Rp10 miliar dalam laporan keuangan Tahun Anggaran 2025 yang menjadi sorotan publik.

Baca juga: Dislutkan Kalteng Teguhkan Komitmen BerAKHLAK, Perkuat Budaya Kerja ASN

Pihak rektorat menegaskan, informasi yang beredar tidak sepenuhnya tepat karena saat ini masih dalam proses audit oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama instansi te

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UPR Darmae Nasir melalui Plt Kepala Biro Umum dan Keuangan Yahya Sulaiman menyampaikan, hingga kini belum ada temuan resmi terkait adanya penyimpangan atau kerugian negara.

“Selisih tersebut merupakan bagian dari dinamika proses akuntansi dan bukan indikasi adanya penyimpangan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan, perbedaan angka tersebut muncul akibat proses pencatatan dalam pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU) yang masih berjalan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi di antaranya transaksi yang belum final, belanja yang belum disahkan secara administratif, hingga pendapatan yang masih dalam tahap pencatatan.

“Ini murni persoalan administratif dalam proses akuntansi, bukan kehilangan dana,” tegasnya.

UPR juga menyebut audit yang dilakukan Inspektorat Jenderal merupakan bagian dari mekanisme pengawasan rutin yang berjalan bersamaan dengan pemeriksaan oleh Kantor Akuntan Publik dan Badan Pemeriksa Keuangan.

“Proses audit masih berlangsung dan belum ada kesimpulan final, sehingga tidak tepat jika langsung diasumsikan sebagai pelanggaran,” tambahnya.

Sementara itu, Yahya Sulaiman mengungkapkan hasil sementara menunjukkan selisih sekitar Rp10,3 miliar dari perbandingan kas dan laporan pertanggungjawaban.

Namun, setelah dilakukan penelusuran, hampir seluruh selisih tersebut telah dapat dijelaskan secara rinci.

“Yang belum teridentifikasi hanya sekitar Rp1 juta lebih, kemungkinan terkait biaya administrasi bank,” ungkapnya.

Ia memastikan kondisi keuangan UPR tetap aman dan seluruh selisih dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.

“Secara keseluruhan dapat dijelaskan dan kami terus berkoordinasi dengan BPK serta pihak terkait lainnya,” pungkasnya.(Redaksi)

Share this Post