|
13
Apr
|
14 SPPG di Palangka Raya Ditutup , Puluhan Sekolah Tidak Terima Layanan Pemenuhan Gizi |
kanalkalteng.com , Palangka Raya – Penghentian sementara operasional 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Palangka Raya berdampak langsung pada puluhan sekolah. Tercatat lebih dari 50 sekolah kini tidak lagi menerima layanan pemenuhan gizi sejak kebijakan diberlakukan per 1 April 2026.
Baca juga: UPR Klarifikasi Isu Selisih Rp10 Miliar, Tegaskan Bukan Kerugian Negara
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Palangka Raya, Analistra Susedia Putri menyampaikan, bahwa sebagian besar SPPG yang dihentikan saat ini tengah menjalani perbaikan, terutama pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
“Sekitar 10 SPPG fokus pada perbaikan IPAL, sementara empat lainnya dilakukan pembenahan sarana dan evaluasi operasional,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2026).
Ia menegaskan, selama proses perbaikan berlangsung, seluruh layanan dari SPPG tersebut dihentikan sementara hingga dinyatakan memenuhi standar dan dapat kembali beroperasi.
Dampaknya, sekolah-sekolah yang sebelumnya bergantung pada distribusi layanan tersebut harus sementara waktu tidak mendapatkan asupan program makan bergizi.
Ia menyebut, hingga saat ini belum ada mekanisme pengalihan layanan ke SPPG lain. Kondisi tersebut membuat lebih dari 50 sekolah terdampak langsung oleh kebijakan ini.
“Belum ada skema pengganti, sehingga layanan memang berhenti sementara,” ungkapnya.
Penghentian ini menimbulkan kekhawatiran terkait keberlanjutan program pemenuhan gizi bagi pelajar, yang selama ini berperan penting dalam mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar.
Meski demikian, BGN memastikan langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan. Pemenuhan standar seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sistem IPAL dinilai menjadi syarat utama demi menjamin keamanan pangan dan pengelolaan lingkungan.
“Terkait data SPPG yang dihentikan, kami belum dapat mempublikasikan secara rinci dengan alasan menjaga kelancaran proses pembenahan,” tegasnya.(Redaksi)