Header 120 KK Terdampak, Desa Sei Ubar Mandiri Terendam Banjir Hingga Setengah Meter

Banjir yang menggenangi desa Sei Ubar. (Foto: Ist)

120 KK Terdampak, Desa Sei Ubar Mandiri Terendam Banjir Hingga Setengah Meter

Kanalkalteng.com, Sampit – Genangan air kembali merendam permukiman warga di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kali ini, banjir terjadi di Desa Sei Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga Hulu, dengan ratusan warga terdampak.

Baca juga: Pria Mengamuk di Mes Karyawan Cempaga Hulu,Kotim Lukai Pasutri dengan Parang

Berdasarkan data sementara, sedikitnya 120 kepala keluarga harus menghadapi kondisi tersebut. Air yang masuk ke kawasan permukiman bahkan turut menutup sebagian ruas jalan desa.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyebut tinggi genangan bervariasi dan di beberapa titik sudah cukup mengganggu aktivitas warga.

“Air sudah masuk ke semua lingkungan RT. Ketinggiannya berkisar setengah meter lebih dan sudah sampai ke badan jalan, sehingga mobilitas warga mulai terhambat,” katanya, Kamis (23/4/2026).

Tim Reaksi Cepat BPBD saat ini masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan lanjutan. Fokus utama mencakup jumlah warga terdampak serta kebutuhan mendesak yang diperlukan selama banjir berlangsung.

Ia menjelaskan, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di desa tersebut. Karena itu, dibutuhkan langkah penanganan yang lebih menyeluruh agar banjir tidak terus berulang setiap tahun.

Selain merendam rumah, genangan juga membuat sejumlah akses utama sulit dilalui. Warga diminta lebih berhati-hati, terutama saat melintas di jalan yang tertutup air.

“Kami mengingatkan warga untuk lebih waspada, apalagi banyak jalur yang tergenang dan berisiko membahayakan,” ujarnya.

Menurutnya, banjir kali ini dipicu oleh curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut berbeda dari banjir sebelumnya yang biasanya dipengaruhi kiriman air dari wilayah hulu.

“Tidak ada indikasi kiriman dari daerah atas. Ini lebih karena intensitas hujan lokal yang cukup tinggi dalam masa peralihan musim,” jelasnya.

Saat ini, pemerintah daerah bersama aparat setempat terus berupaya membantu warga terdampak. Petugas BPBD juga disiagakan untuk memantau kondisi lapangan sembari menunggu air berangsur surut.

Penulis  : Deviana 

Editor    : Surya

Share this Post