|
11
Oct
|
Karhutla Palangka Raya Ditangani saat Hari Minggu, Petugas Sisir Bara dengan Drone |
Palangka Raya, Kanalkalteng.com – Hari Minggu tidak menghentikan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya.
Baca juga: Gerebek Puntun, Aparat Amankan 15 Orang Positif Sabu, Dua Terduga Pengedar Ditangkap
Personel gabungan Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) tetap menyisir titik panas dan membasahi lahan gambut yang masih menyimpan bara, di tengah kepulan asap.
Penanganan berlangsung di sejumlah lokasi, yakni Jalan Tjilik Riwut Km 39, tepatnya di belakang Sekolah Rakyat, Jalan D.A. Tawa, Jalan Hiu Putih Lanjutan, serta Jalan Tanjung Taruna.
Berbekal peralatan pemadam, personel gabungan bahu-membahu memadamkan api dan melakukan pembasahan. Penanganan tidak hanya menyasar api yang terlihat, tetapi juga bara di bawah permukaan gambut.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, melalui Dansatbrimob Kombes Pol Dieno Hendro Widodo, mengatakan, komitmen personel tidak mengenal hari libur ketika menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
”Hari Minggu tak menyurutkan semangat personel kami di lapangan. Karhutla harus segera dipadamkan agar asap tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan anak-anak di Sekolah," tegas Dansatbrimob, Minggu (11/10/2026).
Dieno menjelaskan, kebakaran pada lahan gambut membutuhkan kerja ekstra karena api berada di bawah permukaan. Pembasahan dan pembuatan penyekat api terus dilakukan hingga kebakaran benar-benar padam.
Penyisiran titik panas juga dilakukan dengan bantuan drone sebelum petugas melanjutkan pemadaman secara manual.
"Personel kami terus melakukan penyisiran titik panas dengan bantuan drone, kemudian dilanjutkan pemadaman manual. Ini demi kenyamanan masyarakat agar terhindar dari kabut asap," tambahnya.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia mengingatkan tingginya risiko kebakaran pada musim kemarau.
"Mari kita bersama menjaga lingkungan kita agar tetap aman dan terjaga dari terjadinya karhutla," tutupnya.
Penulis: Yanti
Editor : Surya