|
12
Oct
|
Api Kian Tak Terkendali, Karhutla Palangka Raya Capai 876 Kejadian |
Palangka Raya, Kanalkalteng.com – Langit Kota Palangka Raya diselimuti asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (12/10/2026). Sementara jumlah kejadian dan luas lahan terdampak terus bertambah, personel gabungan tetap bersiaga untuk merespons laporan kebakaran dan mencegah api menjalar.
Baca juga: Warga Seruyan Pertanyakan Status Tersangka Ketua Koperasi, Polisi Sebut Dua Alat Bukti
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat 876 kejadian karhutla sepanjang 1 Juni–11 Oktober 2026. Total luas lahan yang terdampak mencapai 1.441,30 hektare.
Memasuki pertengahan Oktober, penanganan karhutla masih berlangsung. Setiap laporan masyarakat mengenai titik api maupun kebakaran harus segera direspons agar area terdampak tidak semakin luas.
Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Palangka Raya Balap Sipet mengatakan, personel BPBD bersama relawan terus bersiaga menghadapi potensi kebakaran.
”Seluruh personel BPBD bersama relawan terus bersiaga untuk merespons setiap potensi kebakaran yang terjadi,” kata Balap, Senin (12/10/2026).
Jekan Raya menjadi kecamatan dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak. Hingga 11 Oktober 2026, wilayah tersebut mencatat 524 kejadian.
Urutan berikutnya adalah Sabangau dengan 184 kejadian, Bukit Batu 83 kejadian, serta Pahandut 79 kejadian. Sementara itu, Rakumpit mencatat jumlah paling rendah, yakni enam kejadian.
BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, dan instansi terkait terus melakukan patroli serta memperkuat koordinasi di kawasan rawan terbakar.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung penanganan kebakaran di lapangan sekaligus mengantisipasi api meluas.
Balap mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan temuan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
”Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Upaya pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan meluasnya karhutla di Kota Palangka Raya,” pungkasnya.
Penulis : Yanti
Editor : Surya