|
17
Nov
|
DPRD Minta Pemprov Kalteng Tak Abaikan Kerusakan Jalan Poros Samuda |
kanalkalteng.com, PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Sutik, menilai kerusakan jalan poros Samuda di Kabupaten Kotawaringin Timur mencerminkan masih lebarnya ketimpangan pembangunan di daerah.
Baca juga: Kadishut Kalteng Alami Laka Tunggal di Cempaga
Menurutnya, kawasan pertanian yang menjadi penopang ekonomi lokal justru belum mendapatkan perhatian yang layak.
Jalan poros sepanjang 10 kilometer yang vital bagi mobilitas petani dibiarkan rusak berat hingga tak lagi bisa dilalui kendaraan.
“Kondisi ini menunjukkan pembangunan belum merata. Padahal sektor pertanian menjadi tulang punggung masyarakat di Samuda,” kata Sutik, Senin (17/11).
Akibat kerusakan tersebut, petani terpaksa memakai klotok untuk membawa hasil panen. Beban ongkos angkut mencapai Rp25 ribu per karung, sehingga menurunkan pendapatan mereka secara signifikan.
Ia menyayangkan pemerintah pusat yang telah menyalurkan berbagai bantuan alat pertanian, namun tidak diimbangi perbaikan infrastruktur oleh pemerintah daerah. Bantuan modern tidak dapat memberi hasil maksimal jika akses jalan tidak memadai.
“Mesin canggih tidak akan berdampak apa-apa jika distribusi terhambat. Infrastruktur dasar justru yang paling terabaikan,” tegasnya.
Hingga saat ini belum ada langkah nyata dari pemerintah kabupaten maupun provinsi untuk menangani kerusakan jalan tersebut.
Sutik menyebut bahwa rencana pembangunan pada 2027 dinilai terlalu lama dan cakupannya terbatas.
Ia meminta pemerintah daerah tidak lagi menunda perbaikan, mengingat akses jalan merupakan bagian dari pelayanan dasar publik.
“Ketimpangan pembangunan harus diakhiri. Wilayah penghasil pangan seperti Samuda tidak boleh terus-menerus dianaktirikan,” ujarnya.
Menurut Sutik, aspirasi masyarakat selama reses menunjukkan bahwa kebutuhan infrastruktur dasar masih menjadi keluhan terbesar.
"Pembangunan jalan bukan hanya memperbaiki akses, tetapi memastikan warga pedesaan memiliki kesempatan ekonomi yang sama," pungkasnya. (redaksi)