Header Jaga Kebersihan Pulau Menjangan Bali, Mahasiswa Universitas Brawijaya Bersihkan Kotoran Sampah

Pembersihan Sampah Pesisir yang dilakukan oleh Mahasiswa (foto-foto: dok pribadi)

Jaga Kebersihan Pulau Menjangan Bali, Mahasiswa Universitas Brawijaya Bersihkan Kotoran Sampah

Pulau Bali sebagai destinasi wisata mempunyai banyak tempat yang menarik yang waijib dikunjungi para pelancong saat berada tempat yang memiliki julukan pulau seribu pura.

Baca juga: Polda Kalteng Kerahkan 7.000 Personel Gabungan, antisipasi Karhutla

Namun tak jarang kedatangan para pelancong itu justru meninggalkan kotoran-kotoran sampah, baik itu sampah kertas maupun sampah plastik yang mengakibatkan tempat wisata itu menjadi kotor. 

Sampah di sekitar Pesisir Pulau Menjangan (Dok. Pribadi)

Salah satu tempat yang banyak dikunjungi wisatawan baik domestik atau local yakni Pulau Menjangan Bali. Di pulau kecil nan indah itu tak jarang banyak terdapat sampah berserakan akibat ulah para pelancong membuang sampah sembarangan.

Pada tanggal 21 Juli 2022 lalu, sebanyak 9 orang mahasiswa yang bersal dari Universtas Brawijaya Malang melakukan pembersihan Pulau Menjangan Bali dengan didampingi oleh oleh Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Satgas Lingkungan Desa Pejarakan, Kabupaten Gerokgak, Buleleng, Bali yang dipimpin oleh Abdul Hari.

Abdul Hari, Ketua Pokmaswas Satgas LingkunganDesa Pejarakan, Kabupaten Gerokgak, Buleleng,Bali (Dok. Pribadi)

“Kegiatan yang dilakukan oleh  mahasiswa magang dari Universtas Brawijaya ini dimaksudkan guna menjaga kebersihan alam di darat maupun laut sekitar Pulau Menjangan Bali. Selain itu juga untuk menjaga agar pulau tersebut tetap bersih dan selalu menjadi tempat destinasi wisata,” ujar Abdul Hari yang oleh kalangan mahasiwa biasa disapa Pak Riri itu.

Khayum Rizky, salah satu mahasiswa magang Universitas Brawijaya mengatakan, pembersihan dilakukan bersama anggota satgas dan semua mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan magang.

Pembersihan Sampah Bersama Anggota Satgas dan Mahasiswa (Dok. Pribadi)

“Pembersihan dilakukan dengan penyisiran sekitar pulau. Dan sampah yang banyak didapati berupa plastik botol minuman, plastik bungkus makanan, dan sebagainya,” kata mahasiswa ilmu kelautan semester akhir itu.

Biasanya kata dia, sampah yang menumpuk banyak sekali tersangkut di pohon mangrove yang dimana dapat memberikan efek negatif untuk jangka panjang

“Pembersihan sampah kerap dilakukan setiap 2 minggu sekali oleh Pokmaswas Satgas Lingkungan dengan arahan ketua Pokmaswas Pak Abdul Hari,” ungkapnya (Red)

Share this Post