|
23
Aug
|
Presiden RI Prabowo Apresiasi Kalteng Tekan Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai Sekitar 7.000 Hektare |
Palangka Raya, Kanalkalteng.com – Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. Apresiasi itu disampaikan setelah luas lahan terbakar di provinsi tersebut tahun ini disebut berhasil ditekan hingga sekitar 7.000 hektare.
Baca juga: Polisi Tangani 51 Kasus Karhutla, 13 Orang Tersangka dan 4 Korporasi Didalami
Ucapan terima kasih Presiden ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, serta unsur lain yang terlibat dalam pencegahan dan pemadaman karhutla.
Apresiasi tersebut disampaikan Prabowo saat melakukan kunjungan kerja ke Palangka Raya pada Sabtu (22/8/2026). Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan kemudian menyampaikan kembali pernyataan Presiden itu kepada awak media, Minggu (23/8/2026).
“Presiden menilai penurunan tersebut merupakan buah dari kerja keras dan sinergitas seluruh unsur,” kata Iwan.
Luas lahan terbakar sekitar 7.000 hektare itu jauh lebih rendah dibandingkan periode karhutla besar pada tahun-tahun sebelumnya yang juga dipengaruhi fenomena El Nino. Data yang disampaikan mencatat, lebih dari 500.000 hektare lahan terbakar pada 2015, hampir 185.000 hektare pada 2019, dan hampir 200.000 hektare pada 2023.
Kapolda menyebut Presiden mengapresiasi personel dan relawan yang bekerja siang maupun malam dalam menghadapi titik-titik api di Kalimantan Tengah.
“Bapak Presiden mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur, termasuk Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api yang telah bekerja siang malam. Ini bukti negara hadir untuk melindungi rakyat dari bencana asap,” ujar Iwan.
Operasi Aman Nusa II
Pengendalian karhutla di Kalimantan Tengah saat ini diperkuat melalui Operasi Aman Nusa II. Operasi tersebut memprioritaskan lima wilayah rawan, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Kapuas.
Pada salah satu titik kebakaran di kawasan hutan rawa dan perkebunan masyarakat, petugas mencatat lahan terbakar seluas 32,5 hektare. Sebanyak 26,4 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.
Personel gabungan dari TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, hingga relawan dikerahkan untuk mendukung percepatan pemadaman. Peralatan pemadaman juga diturunkan guna membatasi pergerakan api dan mencegah kebakaran meluas ke area lain.
“Untuk mendukung percepatan penanganan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan, personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, serta para relawan dikerahkan ke lokasi,” imbuh Iwan.
Bantuan Sumur Bor
Kendala pasokan air di kawasan gambut juga menjadi perhatian dalam penanganan karhutla. Menurut Kapolda, Presiden telah menyalurkan bantuan hampir 1.000 unit sumur bor dan alkon atau mesin pompa air untuk mendukung pemadaman.
“Presiden juga telah menyalurkan bantuan hampir 1.000 unit sumur bor dan alkon untuk mengatasi kendala air di lokasi gambut,” terang Iwan.
Polda Kalteng, lanjut Iwan, akan menindaklanjuti arahan Presiden melalui penguatan pencegahan, kesiapsiagaan personel, serta upaya pemadaman di lapangan demi mewujudkan Kalimantan Tengah bebas asap.
Penulis: Yanti
Editor : Surya