|
12
May
|
Kenaikan BBM Hantam UMKM, Kadin Kotim Minta Satgas Pangan Kembali Diaktifkan |
Sampit, Kanalkalteng.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu dinilai memukul keras perekonomian Kabupaten Kotawaringin Timur, terutama pelaku usaha menengah hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Baca juga: Mediasi Pemukulan Anak di Palangka Raya, Pelaku Sepakat Tanggung Biaya Pengobatan
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kotim, Susilo, menegaskan dampak tersebut kini kian terasa di lapangan.
”Semua pelaku usaha terdampak, tanpa terkecuali. Banyak UMKM yang mulai surut bahkan gulung tikar karena biaya operasional meningkat sementara daya beli masyarakat menurun,” ucapnya, Selasa (12/5/2026).
Dia menjelaskan, kenaikan BBM otomatis mendorong naiknya biaya transportasi darat, laut, dan udara.
Lonjakan biaya logistik ini kemudian menekan seluruh rantai pasok bahan pangan dan kebutuhan pokok di pasar, sehingga harga barang ikut naik dan semakin melemahkan daya beli masyarakat.
”Meskipun sektor perkebunan masih menunjukkan kinerja cukup baik, secara umum kondisi ekonomi daerah tertekan berat,” ungkapnya.
Susilo menambahkan, situasi global yang tidak menentu, termasuk konflik internasional, turut memperparah keadaan dengan mendorong inflasi di berbagai sektor ekonomi. Kombinasi faktor lokal dan global membuat ruang gerak pelaku usaha semakin sempit.
Untuk mengantisipasi penurunan daya beli sekaligus mencegah praktik spekulasi harga, Susilo mendesak Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur segera mengaktifkan kembali Satgas Pangan.
Satgas ini diharapkan melibatkan aparat penegak hukum (APH), dinas terkait, serta unsur dunia usaha agar pengawasan harga berjalan lebih efektif.
”Kami berharap pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder melakukan operasi pasar. Jika ada pelaku usaha yang menaikkan harga tidak wajar atau mengambil keuntungan berlebihan, harus segera ditindak,” tegas Susilo.
Dia menilai, langkah cepat dan terukur sangat dibutuhkan agar gejolak harga kebutuhan pokok tidak semakin memberatkan masyarakat.
Pernyataan ini sekaligus menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam mengendalikan harga, menjaga ketersediaan pangan, dan mempertahankan stabilitas ekonomi masyarakat di tengah tekanan kenaikan harga energi yang masih berlanjut.
Penulis : Deviana
Editor : Gunawan