|
29
Apr
|
Dibacok di Damar Makmur, Pria 46 Tahun Jalani Perawatan, Pelaku Dibekuk |
Kanalkalteng.com, Sampit – Aksi kekerasan bersenjata tajam terjadi di Desa Damar Makmur, Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (29/4/2026) sekitar tengah malam. Seorang pria mengalami luka berat setelah diserang secara tiba-tiba.
Baca juga: Lagi Salat, Maling Sikat Sepeda di Masjid Baamang Sampit
Korban, Albino alias Dino (46), warga Desa Tanjung Jorong, langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat luka akibat sabetan parang. Hingga kini, ia masih menjalani penanganan medis.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban datang seorang diri ke lokasi menggunakan mobil. Di sana, ia bertemu dengan seorang pria bernama Agus (35) yang baru dikenalnya. Awalnya, pertemuan tersebut berlangsung tanpa persoalan.
Namun situasi berubah ketika korban hendak kembali ke kendaraannya. Terduga pelaku diduga tiba-tiba menyerang dari belakang menggunakan senjata tajam.
Meski mengalami luka, korban masih mampu melarikan diri dan mencari pertolongan. Ia kemudian mendatangi rumah Kepala Desa Damar Makmur, Bartis Taguh.
“Betul, kejadian itu terjadi di desa kami,” ujarnya, Rabu siang.
Bartis mengungkapkan, korban datang dalam kondisi luka parah dan meminta bantuan.
“Korban mengetuk pintu rumah saya dengan kondisi penuh darah. Langsung kami bawa ke tenaga medis terdekat,” katanya.
Setelah mendapat penanganan awal, korban kemudian dirujuk ke RSUD dr Murjani Sampit sekitar pukul 01.00 WIB menggunakan ambulans milik perusahaan.
Dari keterangan sementara, sebelum penyerangan terjadi, sempat ada upaya perebutan senjata tajam antara korban dan pelaku.
“Informasi dari korban, sempat ada upaya saling berebut parang sebelum akhirnya terjadi penyerangan,” jelas Bartis.
Sementara itu, pelaku yang sempat melarikan diri berhasil diamankan beberapa jam kemudian. Penangkapan dilakukan melalui pengepungan yang melibatkan warga dan aparat di sejumlah jalur keluar desa.
“Pelaku ditangkap pagi tadi saat hendak melarikan diri ke arah Kabupaten Katingan. Warga bersama polisi melakukan pengepungan dari beberapa sisi,” jelas Bartis.
Ia menambahkan, penangkapan tersebut berlangsung cepat berkat respons warga yang langsung bergerak setelah kejadian.
Kasus ini kini masih dalam penanganan kepolisian untuk mengungkap motif di balik aksi tersebut.
“Benar, saat ini kasus tersebut masih kami dalami,” kata Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko.
Polisi juga masih mengumpulkan keterangan tambahan guna memastikan kronologi utuh serta kemungkinan adanya faktor lain yang memicu kejadian itu.
Penulis: Deviana
Editor : Surya