Header DPRD Minta Modernisasi Sistem Pengawasan sebagai Kunci Keamanan Pangan di Kalteng

Ketua DPRD Kalteng, Arton S. Dohong

DPRD Minta Modernisasi Sistem Pengawasan sebagai Kunci Keamanan Pangan di Kalteng

kanalkalteng.com, PALANGKA RAYA – Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Arton S. Dohong, menekankan bahwa penguatan keamanan pangan harus berfokus pada pembaruan metode pengawasan, bukan hanya pengetatan regulasi.

Baca juga: Antrean Panjang di SPBU, Pertamina Sebut Stok BBM Aman Malah Konsumsi Yang Meningkat 

Dia menilai, tantangan keamanan pangan saat ini semakin kompleks karena rantai distribusi pangan makin panjang dan ragam produk yang beredar terus bertambah. Kondisi ini menuntut percepatan transformasi sistem pengawasan di daerah.

“Pengawasan pangan tidak bisa lagi mengandalkan pola konvensional. Kita perlu mekanisme yang cepat, akurat, dan mampu mendeteksi risiko sebelum berdampak ke masyarakat,” ujarnya, Senin (17/11).

Ia menyebut Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Kalteng telah menunjukkan upaya positif, namun peningkatan teknologi dan integrasi data antarinstansi menjadi kebutuhan mendesak agar pengawasan lebih efektif.

Menurut Arton, kolaborasi lintas sektor hanyalah satu bagian. Yang lebih krusial adalah membangun sistem pengawasan terpadu yang memungkinkan Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, OKKPD, dan aparat pengawasan lainnya berbagi data secara real time.

“Jika sistemnya terintegrasi, potensi pangan bermasalah bisa dipantau lebih cepat dan ditangani sebelum masuk ke pasaran,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas petugas pengawas, terutama dalam penggunaan perangkat digital, sistem pelaporan cepat, dan metode inspeksi berbasis risiko.

Selain penguatan di tingkat pemerintah, Arton menilai produsen dan pedagang juga harus ikut meningkatkan standar keamanan produk yang dijual.

“Keamanan pangan bukan hanya urusan pemerintah. Pelaku usaha wajib memastikan produk yang mereka edarkan memenuhi standar mutu,” tegasnya.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa edukasi kepada masyarakat tetap menjadi fondasi utama.

Warga perlu dibekali pemahaman untuk memilih pangan yang aman, mengenali tanda bahan pangan bermasalah, dan segera melapor bila menemukan dugaan pelanggaran.

Dengan pengawasan yang lebih modern, kolaboratif, dan melibatkan masyarakat, Arton optimistis keamanan pangan di Kalteng bisa semakin terjamin.

“Kalau sistem, petugas, dan masyarakat bergerak bersama, kita bisa memastikan pangan yang beredar benar-benar aman. Itu investasi penting bagi kesehatan dan masa depan daerah,” tutupnya. (redaksi)

Share this Post