Header Harga Plastik Meningkat , Pelaku Usaha di Sampit Keluhkan Kenaikan

Ilustrasi

Harga Plastik Meningkat , Pelaku Usaha di Sampit Keluhkan Kenaikan

kanalkalteng.com , SAMPIT – Tekanan biaya mulai menghimpit pelaku usaha di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menyusul lonjakan harga plastik yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan bahan kemasan ini memaksa pedagang hingga pelaku usaha kecil mengatur ulang strategi agar tetap bertahan.

Baca juga: Harga Elpiji Nonsubsidi Meningkat,  Warga Kotim Khawatir Gas untuk Rakyat Miskin Ikut Terdampak

Kondisi tersebut dipicu oleh ketidakstabilan pasokan bahan baku di pasar global yang berdampak hingga ke daerah. Sejumlah jenis plastik tercatat mengalami kenaikan cukup tajam, bahkan ada yang melambung hingga lebih dari dua kali lipat dari harga sebelumnya.

Perubahan harga yang cepat membuat pedagang tidak lagi leluasa menyimpan stok dalam jumlah besar. Mereka cenderung menahan pembelian untuk menghindari kerugian apabila harga kembali bergerak naik dalam waktu singkat.

Dampaknya turut dirasakan pelaku usaha mikro yang mengandalkan plastik sebagai kemasan produk. Biaya produksi meningkat, sementara penyesuaian harga jual tidak mudah dilakukan karena mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat.

Situasi ini memaksa pelaku usaha mengambil langkah efisiensi, mulai dari menekan margin keuntungan hingga mengurangi volume produksi agar usaha tetap berjalan di tengah tekanan biaya.

Aril, pedagang plastik di Sampit, mengatakan kenaikan harga sudah mulai terasa sejak pertengahan Ramadan. Namun hingga kini, tren kenaikan belum menunjukkan tanda mereda.

“Kenaikannya sudah dari pertengahan puasa. Awalnya pelan, tapi sekarang tinggi sekali. Ini bukan sekadar naik, tapi sudah seperti ganti harga,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, tersendatnya distribusi minyak mentah berpengaruh terhadap ketersediaan bahan baku plastik di pasaran. Hal ini berdampak langsung pada harga jual di tingkat pedagang.

“Bahan plastik itu turunan dari minyak yang diolah lagi. Kalau minyaknya tersendat, bahan bakunya juga ikut susah,” jelasnya.

Ia mengaku, selama puluhan tahun berjualan, baru kali ini menghadapi lonjakan harga setinggi ini. Bahkan, ia memperkirakan kenaikan masih bisa berlanjut jika kondisi global belum stabil.

“Yang paling terasa itu plastik bening. Dari Rp10 ribu sekarang jadi Rp17 ribu,” katanya.

Selain itu, plastik kemasan es yang sebelumnya sekitar Rp34 ribu per pack kini naik menjadi Rp55 ribu. Plastik kantong juga melonjak dari Rp15 ribu menjadi Rp30 ribu.

Untuk plastik cup minuman, harga yang semula berkisar Rp320 ribu per dus kini mencapai Rp465 ribu. Kenaikan ini membuat kebutuhan modal pedagang meningkat signifikan.(Redaksi)

Share this Post