|
14
Jul
|
DPRD Kalteng Minta Pemprov Selektif Alokasi Penyertaan Modal BUMD |
Palangka Raya, kanalkalteng.com - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Riska Agustin meminta pemerintah provinsi lebih selektif dalam mengalokasikan penyertaan modal kepada badan usaha milik daerah (BUMD).
Baca juga: Polda Kalteng Amankan 8 Tersangka Karhutla, 12 Korporasi Masuk Penyidikan
"Sebaiknya penyertaan modal diprioritaskan untuk BUMD yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD)," katanya, Selasa (14/7).
Menurutnya, evaluasi terhadap kinerja seluruh BUMD perlu dilakukan secara menyeluruh agar penggunaan anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat bagi pembangunan dan peningkatan pendapatan daerah.
Pembahasan mengenai kinerja BUMD tersebut menjadi salah satu perhatian DPRD dalam rapat Badan Anggaran maupun rapat komisi bersama organisasi perangkat daerah sebagai mitra kerja.
"Kalau memang sering dilakukan suntikan dana, sebaiknya itu dihapuskan. Jangan sampai terus menghabiskan anggaran tetapi hasilnya tidak maksimal," ujarnya.
Riska menilai penyertaan modal tidak seharusnya diberikan secara berulang kepada BUMD yang belum mampu menunjukkan perkembangan maupun perbaikan kinerja.
Menurut dia, pemerintah daerah perlu menerapkan kebijakan yang lebih terukur dengan mengarahkan dukungan kepada perusahaan daerah yang memiliki prospek usaha dan mampu menghasilkan keuntungan bagi daerah.
"Kalau memang BUMD yang bisa berjalan hanya Bank Kalteng, ya kita maksimalkan Bank Kalteng karena itu juga untuk memaksimalkan PAD kita," katanya.
Ia menambahkan, langkah tersebut akan membuat penggunaan APBD menjadi lebih efektif karena difokuskan pada sektor yang memiliki manfaat dan nilai tambah bagi keuangan daerah.
DPRD berharap evaluasi terhadap seluruh BUMD dapat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan penyertaan modal pada tahun-tahun berikutnya sehingga anggaran daerah tidak habis untuk menopang perusahaan yang belum menunjukkan kinerja optimal.
"Sayang kalau kita terus menyuntik dana karena anggaran pasti akan terus terpangkas. Lebih baik kita maksimalkan BUMD yang memang aktif dan mampu memberikan kontribusi bagi daerah," pungkas Riska. (Redaksi)