Header SMA Negeri 1 Cempaga Terbakar Dini Hari

Ilustrasi Solar Cell Terbakar (Foto: Ist)

SMA Negeri 1 Cempaga Terbakar Dini Hari

‎‎Sampit, Kanalkalteng.com  – Kebakaran hebat melanda kawasan SMA Negeri 1 Cempaga di Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (27/9/2026) dini hari.

Baca juga: Akhirnya Lima ABK MT Elisabeth yang Tenggelam berhasil Diidentifikasi

‎Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB itu menghanguskan sejumlah bangunan sekolah. Berdasarkan informasi awal, api diduga muncul setelah terjadi ledakan pada instalasi solar cell yang berada di salah satu ruangan sekolah.

‎Camat Cempaga Agustiawany mengatakan, titik awal kebakaran diduga berada di ruang wakil kepala sekolah yang terdapat instalasi solar cell.

‎“Kejadian diperkirakan pukul 02.30 WIB, diduga berasal dari ledakan solar cell,” kata Agustiawany, Minggu, 27 September 2026.

‎Api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke sejumlah bangunan lain. Sedikitnya enam gedung sekolah terdampak dalam kejadian tersebut, di antaranya ruang kepala sekolah, ruang guru dan musala.

‎“Untuk kerugian, kurang lebih enam gedung yang terbakar,” ujarnya.

‎Kebakaran ini menjadi kejadian pertama yang terjadi di lingkungan SMA Negeri 1 Cempaga. Sekolah tersebut diketahui telah berdiri sejak 1997.

‎“Belum pernah terjadi kebakaran. Ini baru pertama kali. Gedung ini dibangun pada tahun 1997,” jelasnya.

‎Proses pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari petugas pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), masyarakat sekitar hingga unsur lintas sektor.

‎Mereka bahu-membahu melakukan pemadaman untuk mencegah api semakin meluas. Namun, proses penanganan tidak mudah karena kobaran api cepat menyebar dan kondisi sumber air yang terbatas.

‎“Di Cempaga kami semuanya sudah hadir, termasuk MPA dan masyarakat sekitar. Kemudian mitra kami, lintas sektor, juga hadir di sini. Kami sudah bahu-membahu untuk memadamkan api,” ungkap Agustiawany.

‎Di tengah musibah tersebut, perhatian pemerintah kini diarahkan pada keberlangsungan proses belajar mengajar para siswa. Pemkab Kotim langsung melakukan koordinasi agar aktivitas pendidikan tidak terhenti akibat kebakaran.

‎Agustiawany mengatakan, Bupati Kotim bersama Wakil Bupati Kotim telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terkait penanganan dampak kebakaran, termasuk rencana pembangunan gedung sekolah baru.

‎“Beliau sudah berkoordinasi dengan Gubernur Kalimantan Tengah agar segera dibangun gedung baru. Khususnya untuk 2026 ini diprioritaskan untuk anak-anak sekolah,” katanya.

‎Sementara untuk penanganan jangka pendek, kegiatan belajar mengajar akan tetap dilaksanakan dengan memanfaatkan bangunan sekolah yang masih dapat digunakan.

‎Dengan demikian, siswa SMA Negeri 1 Cempaga tidak perlu dipindahkan ke gedung sekolah dasar (SD) atau menggunakan fasilitas pendidikan lain di Desa Sungai Paring.

‎“Untuk jangka pendek, diimbau kepada kepala sekolah agar anak-anak tetap bisa belajar mengajar di gedung yang masih bisa difungsikan. Masih ada beberapa gedung yang bisa digunakan,” pungkasnya.

Penulis: Deviana 

Editor  : Surya

Share this Post