|
10
Aug
|
DPRD Kalteng Dorong Tingkatkan Pendapatan Dari Pajak Alat Berat |
Palangka Raya, Kanalkalteng.com - Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Yohanes Freddy Ering mendorong tingkatkan pendapatan penerimaan pajak daerah, khususnya dari alat berat yang beroperasi di wilayah tersebut.
Baca juga: Polda Kalteng Amankan 8 Tersangka Karhutla, 12 Korporasi Masuk Penyidikan
“Kami menyadari penerimaan pajak daerah masih belum maksimal. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) maupun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) masih perlu dioptimalkan karena masih banyak kendaraan yang menunggak pajak,” katanya, Senin (10/8/2026).
Dia mengatakan potensi penerimaan dari alat berat juga perlu mendapat perhatian karena banyak alat berat masuk ke Kalteng untuk mendukung berbagai kegiatan, termasuk program food estate dan sektor lainnya.
Menurutnya, persoalan utama yang masih dihadapi adalah pendataan alat berat yang belum optimal sehingga keberadaannya belum sepenuhnya memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
“Begitu juga pajak alat berat. Saat ini ada ribuan alat berat yang masuk ke Kalimantan Tengah, baik untuk kegiatan food estate maupun sektor lainnya. Namun ironisnya banyak yang belum dapat didata sehingga belum memberikan manfaat maksimal bagi pendapatan daerah,” ucapnya.
Freddy menjelaskan salah satu kendala pendataan dan penerimaan pajak alat berat berkaitan dengan mekanisme pembelian yang dilakukan perusahaan melalui kantor pusat di luar Kalteng.
Akibatnya, pembayaran pajak maupun kewajiban perpajakan lainnya dilakukan di luar daerah sehingga manfaat penerimaan yang masuk ke Kalteng menjadi terbatas.
“Salah satu kendalanya karena banyak perusahaan membeli alat berat melalui kantor pusat di Jakarta. Pajaknya dibayar di sana, begitu juga PPh dan kewajiban lainnya. Akibatnya daerah hanya memperoleh manfaat yang sangat kecil,” ujarnya.
Selain itu, pembelian alat berat secara tunai juga dinilai menyulitkan proses pendataan karena tidak melalui mekanisme administrasi pembiayaan yang lebih mudah ditelusuri.
Freddy menambahkan, keberadaan dealer alat berat yang sebagian besar berada di luar Kalteng turut menjadi tantangan dalam memastikan alat berat yang masuk dan beroperasi di daerah tercatat dengan baik.
“Selain itu, banyak perusahaan membeli alat berat secara tunai sehingga tidak melalui proses administrasi pembiayaan yang lebih mudah dipantau. Ditambah lagi, dealer alat berat sebagian besar berada di luar Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (Redaksi)